Rabu, 01 Oktober 2014

Apa yang Anda Rasakan tentang Indonesia?

Apa yang Anda Rasakan tentang Indonesia?


Indonesia adalah negeri yang kaya dan luar biasa. Indonesia tempat saya lahir, belajar, dan mengabdi kelak. Rasa cinta terhadap negeri begitu membahana di dalam dada. Miris, anak muda tak cinta tanah sendiri masa kini. Ayah dan Ibu saya berasal dari dua dan bahkan lebih budaya di Nusantara, itu sebabnya saya begitu mencinta sebuah perbedaan. Agama, satu masalah yang pelik di Tanah Air beta. Belajarlah menerima, dank au akan sua suatu keelokan nan nyata. Papua, saudara saya tingga; di sana dalam penuh rana, sampai Ayahnya telah tiada Timika belum aman jua. DI mana kesejahteraan sosial yang ada? Generasi muda, harapan akhir sebuah bangsa. Masihkah egomu ada tuk tidak berjuang bela negara? Masihkah kau impikan menjadi warga negara luar? Masihkah kau punya hati untuk negerimu sendiri? Sebuah kerelaan kan membawa sejuta perubahan bagi negeri tumpah darah kita ini, Indonesia.

Jumat, 19 September 2014

Tugas Creative Writing

Tugas Creative Writing
“Ih.. lo kok kepo banget, sih?”


Kalimat ini pasti sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari Namun, apakah anda mengetahui bahwa KEPO adalah seingkatan?
KEPO adalah Knowing Every Particular Object. Di Sulawesi, ada istilah GU, atau Gila Urusan untuk menyebut orang-orang yang ingin tahu urusan orang lain. Hal ini sebenarnya sudah ada sejak dahulu.
Ramah-tamah kerap kali diawali dengan pertanyaan yang berkaitan dengan privasi seseorang. Pergeseran nudaya  membuat budaya ramah-tamah luntur. Pribadi yang imdividualistis merupakan pengaruh dari budaya Barat Orang-orang seperti ini tidak ingin urusan pribadinya terusik. Padahal, tegur sapa adalah penting dalam budaya ramah-tamah.
Indonesia, bangsa yang di kenal ramah oleh dunia, sudah seharusnya mempertahankan budaya ini. Kita, sebagai generasi muda bangsa Indonesia dapat memulainya dari diri kita sendiri
Ramah-tamah bukan berarti kepo, melainkan sebuah bentuk interaksi yang dapat menjalin hubungan baik antarsesama manusia. Hal ini mudah untuk di lakukan setiap orang.
Di lain sisi, anak muda masa kini lebih mementingkan gengsi daripada melestarikan budaya Indonesia, yakni ramah-tahma. Penulis berharap, masyarakat Indonesia dapat mempertahankan budaya sembari memperhatikan etika agar terjadi KEPO dalam interaksi kita terhadap sesama.

Refany R. R. / 14140110453
Kevin S. / 14140110448
Audri R. W. / 14140110440
Vincensius Y. E. S. A. / 14140110450

Kelompok 9

Kamis, 11 September 2014

Rangkuman Kegiatan Perkuliahan Kelas Creative Writing Kamis, 4 September 2014

Minggu lalu, ketika kami telah memasuki ruang kelas, seorang wanita menyapa kami dan menuliskan kata "Fantasi Liar", dan dibawahnya "Kursi". Ternyata ia adalah dosen kami. Ia menyuruh kami untuk menuliskan apapun mengenai kursi yang ada didepan ruang kelas dalam satu paragraf. Setelah beberapa waktu, kami selesai mengerjakan tugas tersebut dan ia bertanya kepada kami apakah ada diantara kami yang mau berbagi mengenai tulisannya. Sepuluh orang dari kelas kami maju ke depan dan membagikan tulisannya secara lisan dan penuh penghayatan.

Rangkaian kegiatan dipimpin oleh Bu Niknik. Ternyata dosen kami adalah seorang penulis novel, buku, dan dulunya adalah dosen bahasa Indonesia dengan pengalaman hidup yang luar biasa. Kata-kata indah menghiasi perkuliahan kami saat itu. Beberapa nama penulis dan tokoh besar Indonesia dilontarkan Bu NIknik dalam perkuliahannya.

Kegiatan-kegiatan yang kami lakukan saat itu sungguh menyenangkan di penghujung hari kami yang penuh peluh dan kelelahan. Bu Niknik benar-benar mampu menarik perhatian kami.

Akhirnya, kami diberikan tugas untuk membuat blog kelompok, dan ada tugas individu juga untuk dikerjakan. Kami kelompok selmbilan beranggotakan 4 orang, Kevin, Vincen, Fany, dan Audri.

Jadilah satu sosok manusia!
Semoga pesan Bu Niknik ini dapat terwujud dalam hidup kami masing-masing.

Terima kasih, Bu Niknik!

BIOGRAFI SEORANG PENULIS

NikNik M Kuntarto


Seorang penulis yang lahir pada 10 Mei di Majalengka, Jawa Barat. Selain menjadi penulis , Ia juga bekerja sebagai dosen tetap di perguruan Universitas Multimedia Nusantara. Alasan utama Niknik menjdi seorang penulis adalah karena kecintaannya pada bahasa Indonesia. “Mulai hari ini marilah kita mengenal dengan baik bahasa Indonesia  dan mulai hari ini marilah kita mulai mencintai bahasa Indonesia dan mulai hari ini marilah kita bangga dengan bahasa Indonesia” ungkapnya saat memberikan sambutan pada 8th Forum Ultima Goes Out. Tentu Niknik tidak saja mencintai bahasa Indonesia saja tetapi dia sangatlah mencintai bangsa indonesia. terlihat jelas dari caranya berpakaian yang selalu mengenakan batik juga tersirat dalam ungkapannya “Jangan pernah bertanya kepada negara apa yang telah negara berikan kepadamu, Tetapi tanyalah kepada dirimu sendiri apa yang sudah kau berikan kepada negara”. Menurutnya , menjadi seorang dosen dan juga penulis merupakan salah satu wujud dari pengabdiannya dan juga kecintaannya pada tanah air. Kenyataan pahit bahwa Niknik adalah seorang yatim dan kasih sayangnya terhadap sang Ibunda justru menjadi motivator tersendiri agar Ia terus berjuang demi membuat sang ibunda bangga. Dan sang suami yang telah mengubah hidupnya agar ia menjadi seorang yang mandiri seperti sekarang ini. Meski memiliki tekad yang bulat namun tentu rintangan dan godaan silih berganti. Meski sering kali Niknik diterjang oleh rintangan dan godaan namun ia memiliki pandangan tersendiri tentang rintangan dan godaan tersebut yang justru bukan membuatnya menyerah tetapi membuatnya untuk terus maju tanpa gentar. Dimulai ketika Niknik menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia, ada seorang dosen wanita yang mengatakan “orang cantik itu biasanya bodoh” ketika Niknik mengumpulkan tugas. Tidak terima bahwa dirinya di katakan bodoh memiliki dampak tersendiri bagi Niknik , “disanalah terpacu keinginannya untuk menunjukkan pada dunia dan pada dosen tersebut bahwa saya tidak bodoh” cerita dirinya. Sempat terpuruk oleh lingkungan sekitar yang meremehkan serta menjatuhkannya , namun Niknik kembali bangkit. “jika ada orang melemparkan batu bata kepada kita , pungutlah batu bata tersebut dan susunlah menjadi bangunan yang indah. Dan suatu saat orang melempar batu bata tersebut akan menjadi penyaksi kesuksesan kalian” ungkapnya tentang orang-orang yang meremehkannya.

kevin sumarlim
14140110448
Ilmu Komunikasi
kelas : L1

BIOGRAFI SEORANG PENULIS

BIOGRAFI SEORANG PENULIS

Lixie xu panggilan akrab penulis ini, nama asli dari Lixie xu adalah Kori Suryani Hardi, da nada nama lain untuk panggilan sang penulisan tersebut nama itu ialah Xu Qi, Xu adalah marga chinese dia dan kalau di tempat tinggal dia di Pontianak dia sering di panggil Qi Qi, Asal Lixie ini lahir di Pontianak dan sempat menghabiskan 12 tahun pertamanya di situ, setelah itu dia tinggal di Jakarta sampai 31 tahun lalu berpindah ke bandung samapai saat ini, tapi sempat balik ke Pontianak selamanya setengah tahun.
                Lixie xu kuliah di Binus, dia mengambil jurusan TI angkatan 96, dan Lixei xu sendiri hobby nulis sejak dia masih kecil, dan hobbynya saat , masih kecil tersebut ialah cerita sambil gambar,pernah mengedarkan cerita karangan sendiri waktu SD. Tetapi Lixie baru berani mengirimkan naskah setelah berusia 30+, terlalu tua kata beliau, tapi doa tidak menyesal karena selama ini beliau pun dapat pengalaman dan hal-hal yang baru.
               
                Untuk genre tulisannya ialah thriller, dia seorang sherlockian dan juga penggemar sutradara J.J Abrams, dan fanatic sama angka 47 alias dewa inspirasi adalah F4/JVKV, dan pada saat ini lexie tinggal bersama anak laki-lakinya di bandung, anak laki-lakinya bernama Alexis Maxwell.
                Karya-karya yang sudah di ciptakaan Lixie xu yang sudah beredar adalah Johan Series yang terdiri dari empat buku yaitu : Obsesi, Pengurus MOS Harus Mati, Permainan Maut, dan Teror, serta Omen Series yang sudah terbit lima buku yaitu : Omen , Tujuh Lukisan Horor, Misteri Organisasi The Judge, Malam Karnaval Berdarah, dan Kutukan Hantu Opera, selain dua serial ini lexie juga ikut menulis dalam kumpulan cerpen Before the Last Day dan Tales From the Dark bersama rekan-rekan penulisnya.
               
Vincensius Yoga E.S.A /14140110450 / L1
Ilmu Komunikasi
Niknik M Kuantarto, S.Pd. M.Hum.


BIOGRAFI DARI SEORANG PENULIS



Kampung Baturono, Surakarta adalah tempat kelahiran dari seorang Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono lebih dari 14 tahun silam. Penulis besar ini lahir di bulan Maret di tahun 1940. Beliau memulai perjalanan sastranya ketika duduk di bangku SMA. Sebuah surat kabar di Semarang untuk pertama kalinya memuat puisinya, yang diikuti dengan dimuatnya puisi-puisi Sapardi pada buku-buku dan majalah sastra dan budaya.
Sapardi muda melanjutkan studinya di Universitas Gadjah Mada, University of Hawaii, dan Universitas Indonesia. Setelah itu beliau melanjutkan mimpinya untuk menjadi dosen. Beliau memulai pengajarannya di IKIP Malang cabang Madiun selama empat tahun. Universitas Diponegoro adalah tempat kedua dimana beliau mengajar setelah itu. Berselang empat tahun, pada 1974 beliau mengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia(dulu Fakultas Sastra).
Menurut para pengamat, sajak-sajak beliau sangat dekat hubungannya dengan Tuhan dan kematian, salah satunya diungkapkan oleh Jakob Sumardjo dalam harian Pikiran Rakyat, 19 Juli 1984. Karya sastranya pernah memenangkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Kabarnya, ketika beliau memperoleh hadiah Anugerah Puisi Poetra Malaysia, beliau langsung memborong buku.
Beliau pernah berpendapat bahwa di dalam karya sastra ada dua segi, tematik dan stilistik (gaya penulisan). Secara gaya, katanya, sudah ada pembaharuan di Indonesia. Tetapi di dalam tema, belum banyak. Selain melahirkan puisi-puisi, beliau juga banyak menerjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa Indonesia dengan harapan agar karya sastra Indonesia semakin berkembang secara tematik.
Sapardi Djoko Damono telah malang melintang di dunia sastra Indonesia. Beliau pernah menjadi bagian dari majalah Basis, Horison, dan Kalam. Tak jarang beliau menulis esai, kritik sastra, dan bahkan sejumlah artikel di media massa. Berkat jasa besarnya merintis dan memprakarsai Himpunan Sarjana Kesustraan Indonesia (Hiski), setiap tahun diadakan penyelenggaraan seminar dan pertemuan para sarjana sastra yang terhimpun di dalam organisasi tersebut.
Komentar:


Bagi saya, Bapak Sapardi Djoko Damono adalah orang hebat. Karya sastra beliau tidak lekang dimakan usia. Masih banyak anak muda yang mengapresiasi karya sastra beliau, saya dan pacar saya, misalnya. Beberapa waktu lalu saya dan pacar saya merekam musikalisasi puisi Aku Ingin dan mengunggahnya ke dalam salah satu akun media sosial. Diksi dan makna yang terdapat dalam karya sastra beliau sungguhlah indah dan menyentuh relung hati kami.


Audri Reinsona Wiratmoko / 14140110440 / L1
Ilmu Komunikasi
Niknik M Kuantarto, S.Pd. M.Hum.

Nama Kelompok dan Jadwal Perkuliahan Kelas Creative Writing

Nama Lengkap dan Nomor Induk Mahasiswa(NIM) Anggota Kelompok

Audri Reinsina Wiratmoko/14140110440
Kevin Sumarlim/14140110448
Refany Rani Ratri/14140110543
Vincensius Yoga E.S.A /14140110450

Jadwal Perkuliahan Kelas Creative Writing

Kelas ini diadakan di Gedung B, ruangan 203 pada pukul 14.00-17.00 WIB

BIOGRAFI DARI SEORANG Andrea Hirata Seman Said Harun


BIOGRAFI DARI SEORANG PENULIS
Andrea Hirata Seman Said Harun

Andrea Hirata Seman Said Harun lahir di pulau Belitung 24 Oktober 1982, Andrea Hirata anak keempat dari pasangan Seman Said Harunayah dan NA Masturah. dilahirkan di sebuah desa di pulau Belitong. Tinggal di desa dengan segala keterbatasan yang  dapat membuat ia termotivasi dari keadaan di sekelilingnya yang memperihatinkan.
Nama Andrea Hirata sebenarnya bukanlah nama pemberian dari kedua orang tuanya. Sejak lahir ia diberi nama Aqil Barraq Badruddin. Merasa tak cocok dengan nama tersebut, Andrea pun menggantinya dengan Wadhud. tetapi, ia masih merasa terbebani dan ia kembali mengganti namanya dengan Andrea Hirata Seman Said Harun saat ia masih remaja.
Seperti yang diceritakannya dalam novel Laskar Pelangi, Andrea kecil bersekolah di sebuah sekolah yang kondisi bangunannya hampir rubuh. Sekolah yang bernama SD Muhamadiyah itu diakui Andrea cukup memperihatinkan. Tapi karena ketiadaan biaya, ia harus tetap menimba ilmu di bangunan yang tak nyaman, Andrea tetap memiliki motivasi yang cukup besar untuk belajar. Di sekolah itu juga ia bertemu dengan sahabat-sahabatnya yang dijuluki Laskar Pelangi.
Andrea termotivasi karena ibu guru yang mengajarnya saat ia masih sekolah di SD Muhamadiya, Kegigihan Bu Muslimah untuk mengajar siswa yang hanya berjumlah tak lebih dari 11 orang itu ternyata sangat berarti bagi kehidupan Andrea. Termasuk saat ia menulis novel “laskar pelangi” yang ia buat untuk Bu Muslimah. Berkat Bu Muslimah, Andrea mendapatkan dorongan yang membuatnya mampu menempuh jarak 30 km dari rumah ke sekolah untuk menimba ilmu. Ia sangat mengagumi sosok Bu Muslimah sebagai salah satu inspirator dalam hidupnya. Menjadi seorang penulis. Sejak kelas 3 SD, Andrea telah membulatkan niat untuk menjadi penulis yang menggambarkan perjuangan Bu Muslimah sebagai seorang guru.  Setelah menyelesaikan pendidikan di kampung halamannya, Andrea memberanikan diri untuk merantau ke Jakarta setelah lulus SMA.  keinginannya untuk menggapai cita-cita sebagai seorang penulis dan melanjutkan ke bangku kuliah menjadi dorongan terbesar untuk hijrah ke Jakarta. Saat berada di kapal laut, Andrea mendapatkan saran dari sang nahkoda untuk tinggal di daerah Ciputat. Ia pun menumpang sebuah bus agar sampai di daerah Ciputat.
Tetapi, supir bus ternyata malah mengantarkan ke Bogor. Lalu andrea memulai hidup barunya di kota hujan. Andrea mampu memperoleh pekerjaan sebagai penyortir surat di kantor pos Bogor. Atas dasar usaha kerasnya, Andrea berhasil melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Merasakan bangku kuliah merupakan salah satu cita-citanya sejak ia berangkat dari belitong. Setelah memperoleh gelar sarjana, Andrea juga mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 Economic Theory di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, Inggris. Berkat otaknya yang cerdas, Andrea lulus dengan status cum laude dan mampu meraih gelar Master Uni Eropa. Dan setelah pendidikannya selesai, Andrea bekerja di PT Telkom dan Mulailah ia bekerja sebagai seorang karyawan Telkom. Andrea masih aktif sebagai seorang instruktur di perusahaan telekomunikasi. Selama bekerja, niatnya menjadi seorang penulis masih terpendam dalam hatinya. Niat untuk menulis semakin besar setelah ia menjadi seorang relawan di Aceh untuk para korban tsunami. Sekembalinya dari Aceh, Andrea pun memantapkan diri untuk menulis tentang pengalaman masa lalunya di SD Muhamadiya dan sosok Bu Muslimah. ia mengerjakannya hanya selama tiga minggu. Naskah setebal 700 halaman itu digandakan menjadi 11 buah. Satu kopi naskah dikirimkan kepada Bu Muslimah yang saat itu sedang sakit. Dan sisanya dikirimkan kepada sahabat-sahabatnya saat ia bersekolah di SD Muhamadiya. Saat itu teman Andrea membaca naskah yang berada dalam laptopnya dan kemudian mengirimkan ke penerbit. Penerbit pun tertarik untuk menerbitkan dan menjualnya ke pasar. Pada Desember 2005, buku Laskar Pelangi diluncurkan ke pasar secara resmi. Laskar Pelangi menjadi bahan pembicaraan para penggemar karya sastra khususnya novel. Dalam waktu seminggu, novel perdana Andrea tersebut mampu dicetak ulang. Bahkan dalam kurun waktu setahun setelah peluncuran, Laskar Pelangi mampu terjual sebanyak 200 ribu sehingga masuk dalam best seller.  Saatini, Laskar Pelangi mampu terjual lebih dari satu juta eksemplar. Penjualan Laskar Pelangi semakin merangkak naik setelah Andrea muncul dalam acara televisi. Bahkan penjualannya mencapai 20 ribu dalam sehari. Merupakan satu prestasi tersendiri bagi Andrea, lebih lagi ia masih tergolong baru sebagai seorang penulis novel. Padahal Andrea sendiri mengaku sangatlah jarang membaca novel sebelum menulis Laskar Pelangi. Sukses dengan Laskar Pelangi, Andrea kemudian kembali meluncurkan buku kedua, Sang Pemimpi yang terbit pada Juli 2006 dan dilanjutkan dengan buku ketiganya, Edensor pada Agustus 2007. Selain meraih kesuksesan dalam tingkat penjualan, Andrea juga meraih penghargaan sastra Khatulistiwa Literary Award (KLA) pada tahun 2007.
 Andrea merasakan perasaan bangga dan bahagia saat Laskar Pelangi diangkat menjadi film layar lebar oleh Mira Lesmana dan Riri Riza. film Laskar Pelangi juga sempat ditonton oleh orang nomor satu di negeri ini, Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu.Kini Laskar Pelangi memiliki artikulasi yang lebih luas dari pada sebuah buku. Nilai-nilai dalam Laskar Pelangi menjadi lebih luas.




Ilmu Komunikasi
Refany Rani Ratri 
14140110453/L1
Niknik M Kuntarto, S.Pd. M.Hum.