BIOGRAFI DARI SEORANG PENULIS
Kampung Baturono, Surakarta adalah
tempat kelahiran dari seorang Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono lebih dari 14
tahun silam. Penulis besar ini lahir di bulan Maret di tahun 1940. Beliau
memulai perjalanan sastranya ketika duduk di bangku SMA. Sebuah surat kabar di
Semarang untuk pertama kalinya memuat puisinya, yang diikuti dengan dimuatnya
puisi-puisi Sapardi pada buku-buku dan majalah sastra dan budaya.
Sapardi muda melanjutkan studinya di
Universitas Gadjah Mada, University of Hawaii, dan Universitas Indonesia.
Setelah itu beliau melanjutkan mimpinya untuk menjadi dosen. Beliau memulai
pengajarannya di IKIP Malang cabang Madiun selama empat tahun. Universitas
Diponegoro adalah tempat kedua dimana beliau mengajar setelah itu. Berselang
empat tahun, pada 1974 beliau mengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
Universitas Indonesia(dulu Fakultas Sastra).
Menurut para pengamat, sajak-sajak
beliau sangat dekat hubungannya dengan Tuhan dan kematian, salah satunya
diungkapkan oleh Jakob Sumardjo dalam harian Pikiran Rakyat, 19 Juli 1984.
Karya sastranya pernah memenangkan penghargaan dari dalam dan luar negeri.
Kabarnya, ketika beliau memperoleh hadiah Anugerah Puisi Poetra Malaysia,
beliau langsung memborong buku.
Beliau pernah berpendapat bahwa di
dalam karya sastra ada dua segi, tematik dan stilistik (gaya penulisan). Secara
gaya, katanya, sudah ada pembaharuan di Indonesia. Tetapi di dalam tema, belum
banyak. Selain melahirkan puisi-puisi, beliau juga banyak menerjemahkan karya
sastra asing ke dalam bahasa Indonesia dengan harapan agar karya sastra
Indonesia semakin berkembang secara tematik.
Sapardi Djoko Damono telah malang
melintang di dunia sastra Indonesia. Beliau pernah menjadi bagian dari majalah
Basis, Horison, dan Kalam. Tak jarang beliau menulis esai, kritik sastra, dan
bahkan sejumlah artikel di media massa. Berkat
jasa besarnya merintis dan memprakarsai Himpunan Sarjana Kesustraan Indonesia
(Hiski), setiap tahun diadakan penyelenggaraan seminar dan pertemuan para
sarjana sastra yang terhimpun di dalam organisasi tersebut.
Komentar:
Bagi saya, Bapak Sapardi Djoko Damono adalah orang hebat.
Karya sastra beliau tidak lekang dimakan usia. Masih banyak anak muda yang
mengapresiasi karya sastra beliau, saya dan pacar saya, misalnya. Beberapa
waktu lalu saya dan pacar saya merekam musikalisasi puisi Aku Ingin dan
mengunggahnya ke dalam salah satu akun media sosial. Diksi dan makna yang
terdapat dalam karya sastra beliau sungguhlah indah dan menyentuh relung hati
kami.
Audri Reinsona Wiratmoko / 14140110440 / L1
Ilmu Komunikasi
Niknik M Kuantarto, S.Pd. M.Hum.