NikNik
M Kuntarto
Seorang penulis yang lahir pada 10 Mei di Majalengka, Jawa Barat. Selain
menjadi penulis , Ia juga bekerja sebagai dosen tetap di perguruan Universitas
Multimedia Nusantara. Alasan utama Niknik menjdi seorang penulis adalah karena kecintaannya
pada bahasa Indonesia. “Mulai hari ini marilah kita mengenal dengan baik bahasa
Indonesia dan mulai hari ini marilah
kita mulai mencintai bahasa Indonesia dan mulai hari ini marilah kita bangga
dengan bahasa Indonesia” ungkapnya saat memberikan sambutan pada 8th Forum
Ultima Goes Out. Tentu Niknik tidak saja mencintai bahasa Indonesia saja tetapi
dia sangatlah mencintai bangsa indonesia. terlihat jelas dari caranya
berpakaian yang selalu mengenakan batik juga tersirat dalam ungkapannya “Jangan
pernah bertanya kepada negara apa yang telah negara berikan kepadamu, Tetapi
tanyalah kepada dirimu sendiri apa yang sudah kau berikan kepada negara”.
Menurutnya , menjadi seorang dosen dan juga penulis merupakan salah satu wujud
dari pengabdiannya dan juga kecintaannya pada tanah air. Kenyataan pahit bahwa
Niknik adalah seorang yatim dan kasih sayangnya terhadap sang Ibunda justru
menjadi motivator tersendiri agar Ia terus berjuang demi membuat sang ibunda
bangga. Dan sang suami yang telah mengubah hidupnya agar ia menjadi seorang
yang mandiri seperti sekarang ini. Meski memiliki tekad yang bulat namun tentu
rintangan dan godaan silih berganti. Meski sering kali Niknik diterjang oleh
rintangan dan godaan namun ia memiliki pandangan tersendiri tentang rintangan
dan godaan tersebut yang justru bukan membuatnya menyerah tetapi membuatnya
untuk terus maju tanpa gentar. Dimulai ketika Niknik menjadi mahasiswa di
Universitas Indonesia, ada seorang dosen wanita yang mengatakan “orang cantik
itu biasanya bodoh” ketika Niknik mengumpulkan tugas. Tidak terima bahwa
dirinya di katakan bodoh memiliki dampak tersendiri bagi Niknik , “disanalah
terpacu keinginannya untuk menunjukkan pada dunia dan pada dosen tersebut bahwa
saya tidak bodoh” cerita dirinya. Sempat terpuruk oleh lingkungan sekitar yang
meremehkan serta menjatuhkannya , namun Niknik kembali bangkit. “jika ada orang
melemparkan batu bata kepada kita , pungutlah batu bata tersebut dan susunlah
menjadi bangunan yang indah. Dan suatu saat orang melempar batu bata tersebut
akan menjadi penyaksi kesuksesan kalian” ungkapnya tentang orang-orang yang
meremehkannya.
kevin sumarlim
14140110448
Ilmu Komunikasi14140110448
kelas : L1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar