Kamis, 11 September 2014

BIOGRAFI SEORANG PENULIS

NikNik M Kuntarto


Seorang penulis yang lahir pada 10 Mei di Majalengka, Jawa Barat. Selain menjadi penulis , Ia juga bekerja sebagai dosen tetap di perguruan Universitas Multimedia Nusantara. Alasan utama Niknik menjdi seorang penulis adalah karena kecintaannya pada bahasa Indonesia. “Mulai hari ini marilah kita mengenal dengan baik bahasa Indonesia  dan mulai hari ini marilah kita mulai mencintai bahasa Indonesia dan mulai hari ini marilah kita bangga dengan bahasa Indonesia” ungkapnya saat memberikan sambutan pada 8th Forum Ultima Goes Out. Tentu Niknik tidak saja mencintai bahasa Indonesia saja tetapi dia sangatlah mencintai bangsa indonesia. terlihat jelas dari caranya berpakaian yang selalu mengenakan batik juga tersirat dalam ungkapannya “Jangan pernah bertanya kepada negara apa yang telah negara berikan kepadamu, Tetapi tanyalah kepada dirimu sendiri apa yang sudah kau berikan kepada negara”. Menurutnya , menjadi seorang dosen dan juga penulis merupakan salah satu wujud dari pengabdiannya dan juga kecintaannya pada tanah air. Kenyataan pahit bahwa Niknik adalah seorang yatim dan kasih sayangnya terhadap sang Ibunda justru menjadi motivator tersendiri agar Ia terus berjuang demi membuat sang ibunda bangga. Dan sang suami yang telah mengubah hidupnya agar ia menjadi seorang yang mandiri seperti sekarang ini. Meski memiliki tekad yang bulat namun tentu rintangan dan godaan silih berganti. Meski sering kali Niknik diterjang oleh rintangan dan godaan namun ia memiliki pandangan tersendiri tentang rintangan dan godaan tersebut yang justru bukan membuatnya menyerah tetapi membuatnya untuk terus maju tanpa gentar. Dimulai ketika Niknik menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia, ada seorang dosen wanita yang mengatakan “orang cantik itu biasanya bodoh” ketika Niknik mengumpulkan tugas. Tidak terima bahwa dirinya di katakan bodoh memiliki dampak tersendiri bagi Niknik , “disanalah terpacu keinginannya untuk menunjukkan pada dunia dan pada dosen tersebut bahwa saya tidak bodoh” cerita dirinya. Sempat terpuruk oleh lingkungan sekitar yang meremehkan serta menjatuhkannya , namun Niknik kembali bangkit. “jika ada orang melemparkan batu bata kepada kita , pungutlah batu bata tersebut dan susunlah menjadi bangunan yang indah. Dan suatu saat orang melempar batu bata tersebut akan menjadi penyaksi kesuksesan kalian” ungkapnya tentang orang-orang yang meremehkannya.

kevin sumarlim
14140110448
Ilmu Komunikasi
kelas : L1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar