Kamis, 11 September 2014



BIOGRAFI DARI SEORANG PENULIS



Kampung Baturono, Surakarta adalah tempat kelahiran dari seorang Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono lebih dari 14 tahun silam. Penulis besar ini lahir di bulan Maret di tahun 1940. Beliau memulai perjalanan sastranya ketika duduk di bangku SMA. Sebuah surat kabar di Semarang untuk pertama kalinya memuat puisinya, yang diikuti dengan dimuatnya puisi-puisi Sapardi pada buku-buku dan majalah sastra dan budaya.
Sapardi muda melanjutkan studinya di Universitas Gadjah Mada, University of Hawaii, dan Universitas Indonesia. Setelah itu beliau melanjutkan mimpinya untuk menjadi dosen. Beliau memulai pengajarannya di IKIP Malang cabang Madiun selama empat tahun. Universitas Diponegoro adalah tempat kedua dimana beliau mengajar setelah itu. Berselang empat tahun, pada 1974 beliau mengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia(dulu Fakultas Sastra).
Menurut para pengamat, sajak-sajak beliau sangat dekat hubungannya dengan Tuhan dan kematian, salah satunya diungkapkan oleh Jakob Sumardjo dalam harian Pikiran Rakyat, 19 Juli 1984. Karya sastranya pernah memenangkan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Kabarnya, ketika beliau memperoleh hadiah Anugerah Puisi Poetra Malaysia, beliau langsung memborong buku.
Beliau pernah berpendapat bahwa di dalam karya sastra ada dua segi, tematik dan stilistik (gaya penulisan). Secara gaya, katanya, sudah ada pembaharuan di Indonesia. Tetapi di dalam tema, belum banyak. Selain melahirkan puisi-puisi, beliau juga banyak menerjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa Indonesia dengan harapan agar karya sastra Indonesia semakin berkembang secara tematik.
Sapardi Djoko Damono telah malang melintang di dunia sastra Indonesia. Beliau pernah menjadi bagian dari majalah Basis, Horison, dan Kalam. Tak jarang beliau menulis esai, kritik sastra, dan bahkan sejumlah artikel di media massa. Berkat jasa besarnya merintis dan memprakarsai Himpunan Sarjana Kesustraan Indonesia (Hiski), setiap tahun diadakan penyelenggaraan seminar dan pertemuan para sarjana sastra yang terhimpun di dalam organisasi tersebut.
Komentar:


Bagi saya, Bapak Sapardi Djoko Damono adalah orang hebat. Karya sastra beliau tidak lekang dimakan usia. Masih banyak anak muda yang mengapresiasi karya sastra beliau, saya dan pacar saya, misalnya. Beberapa waktu lalu saya dan pacar saya merekam musikalisasi puisi Aku Ingin dan mengunggahnya ke dalam salah satu akun media sosial. Diksi dan makna yang terdapat dalam karya sastra beliau sungguhlah indah dan menyentuh relung hati kami.


Audri Reinsona Wiratmoko / 14140110440 / L1
Ilmu Komunikasi
Niknik M Kuantarto, S.Pd. M.Hum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar